JAKARTA - Langkah Inter Milan di kancah Liga Champions musim 2025/2026 harus menemui rintangan besar tepat sebelum laga krusial dimulai. Sang pemuncak klasemen Liga Italia tersebut dipastikan tidak akan diperkuat oleh dua pilar pentingnya di lini tengah saat harus bertandang ke markas wakil Norwegia yang dikenal tangguh di kandang sendiri. Krisis personel ini memaksa pelatih Simone Inzaghi untuk memutar otak lebih keras demi menjaga keseimbangan tim di tengah jadwal yang sangat padat.
Nerazzurri akan tampil tanpa Hakan Calhanoglu dan Davide Frattesi pada pertandingan kontra Bodo/Glimt pada leg pertama babak play-off 16 besar Liga Champions di Stadion Aspmyra, Bodo, Rabu waktu setempat. Absennya kedua pemain ini menjadi kabar buruk bagi para pendukung Inter, mengingat peran vital mereka dalam menjaga transisi permainan tim, terutama di kompetisi seketat Liga Champions.
Penyebab Absennya Dua Jenderal Lini Tengah Nerazzurri
Kehilangan dua pemain sekaligus di posisi yang sama tentu menjadi pukulan telak bagi skema permainan Inter Milan. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari beberapa sumber tepercaya, kendala yang dialami kedua pemain tersebut berbeda, namun sama-sama membuat mereka tidak memungkinkan untuk diturunkan dalam laga tandang kali ini.
Dikutip dari laman Football Italia, Selasa, menurut beberapa laporan, Calhanoglu absen karena keletihan otot, sedangkan Frattesi mengalami demam. Kondisi fisik yang tidak prima ini membuat tim medis merekomendasikan agar keduanya tetap tinggal di Italia guna menjalani proses pemulihan. Kedua pemain tersebut dikabarkan tidak masuk ke dalam rombongan Inter Milan yang berangkat ke Norwegia dan tentu kehilangan dua pemain tersebut menjadi kerugian untuk Nerazzuri.
Masalah Kebugaran Hakan Calhanoglu yang Berlanjut
Absennya Hakan Calhanoglu menjadi sorotan utama mengingat kontribusi besarnya sebagai metronom permainan. Pemain internasional Turki tersebut sebenarnya baru saja menunjukkan tanda-tanda kembali ke performa terbaiknya setelah sempat menepi cukup lama. Situasi ini menunjukkan bahwa proses pemulihan Calhanoglu belum sepenuhnya tuntas untuk menghadapi intensitas pertandingan di level Eropa.
Calhanoglu sebenarnya baru saja kembali merumput akhir pekan lalu dengan menjadi pemain pengganti pada laga menghadapi Juventus setelah sempat absen selama satu bulan. Namun, tampaknya beban pertandingan tersebut memberikan efek samping pada ototnya. Sebelumnya pemain berkebangsaan Turki berusia 32 tahun tersebut sudah absen sembilan kali membela Inter Milan karena kendala cedera. Riwayat cedera yang cukup panjang pada musim ini menjadi lampu kuning bagi staf kepelatihan dalam mengatur menit bermain sang gelandang di sisa musim 2026.
Tantangan Bermain di Stadion Aspmyra Tanpa Skuad Lengkap
Bermain di Stadion Aspmyra bukan merupakan tugas yang mudah bagi tim mana pun. Kondisi cuaca yang ekstrem dan lapangan sintetis di Norwegia menuntut kebugaran fisik yang maksimal dari setiap pemain. Tanpa kehadiran Frattesi yang dikenal memiliki daya jelajah tinggi serta Calhanoglu yang ahli dalam mengatur tempo, Inter Milan harus mengandalkan kreativitas pemain pelapis untuk membongkar pertahanan Bodo/Glimt.
Kehilangan Frattesi karena demam juga sangat disayangkan, mengingat mantan pemain Sassuolo tersebut sering menjadi kartu AS Inzaghi saat tim membutuhkan penetrasi dari lini kedua. Kini, beban berat berada di pundak pemain tengah lainnya untuk memastikan leg pertama babak play-off ini tidak berakhir menjadi bencana bagi ambisi Inter di kancah Eropa. Skuad Inter Milan diharapkan tetap mampu menunjukkan mentalitas juara meski harus berlaga dengan kondisi tim yang pincang di lini tengah.
Strategi rotasi pemain akan menjadi penentu apakah Inter Milan mampu membawa pulang hasil positif dari Norwegia. Inzaghi harus memastikan bahwa pemain yang menggantikan peran Calhanoglu dan Frattesi mampu mengimbangi agresivitas tuan rumah yang biasanya tampil sangat bertenaga saat didukung penuh oleh suporternya di Stadion Aspmyra.