Perputaran Ekonomi

Imlek Dongkrak Perputaran Ekonomi Jakarta Hingga Rp9 Triliun

Imlek Dongkrak Perputaran Ekonomi Jakarta Hingga Rp9 Triliun
Imlek Dongkrak Perputaran Ekonomi Jakarta Hingga Rp9 Triliun

JAKARTA - Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 bukan hanya menghadirkan kemeriahan budaya di berbagai sudut ibu kota, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. 

Selama periode libur tersebut, perputaran uang di Jakarta tercatat mencapai Rp9 triliun. Angka ini menunjukkan besarnya kontribusi kegiatan perayaan terhadap aktivitas ekonomi daerah.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan capaian tersebut dalam keterangannya di Jakarta, Rabu. Besarnya nilai transaksi menjadi indikator kuat bahwa momentum hari besar keagamaan mampu mendorong sektor perdagangan, pariwisata, hingga hiburan.

"Kegiatan Imlek kemarin, perputaran ekonomi di Jakarta Rp9 triliun," kata Rano.

Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa Jakarta tetap menjadi pusat kegiatan ekonomi nasional, terutama saat momen perayaan besar yang melibatkan partisipasi masyarakat luas.

Optimisme Menuju Ramadan dan Idul Fitri

Tak berhenti pada capaian Imlek, Rano Karno juga menyampaikan optimisme terhadap potensi ekonomi Jakarta menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia memperkirakan perputaran ekonomi dapat menembus angka yang lebih tinggi.

Dia pun optimistis saat Ramadhan hingga menuju Idul Fitri, perputaran ekonomi di Jakarta bisa lebih dari Rp20 triliun.

Optimisme tersebut didasarkan pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana bulan suci Ramadan selalu diikuti peningkatan konsumsi masyarakat, baik di sektor makanan, fesyen, transportasi, maupun jasa hiburan.

"Nanti, tanggal 8 Maret akan ada Nyepi, ekonomi Jakarta akan bergerak," ujar Rano.

Momentum Nyepi yang jatuh pada 8 Maret 2026 juga diprediksi ikut memberikan efek ekonomi tersendiri, terutama melalui sektor pariwisata dan aktivitas masyarakat lintas daerah.

Rangkaian Festival Imlek di Berbagai Lokasi Ikonik

Capaian Rp9 triliun tidak terlepas dari berbagai kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama perayaan Imlek 2026. Sejumlah festival dan atraksi budaya tersebar di berbagai titik strategis ibu kota.

Salah satu agenda utama adalah Festival Imlek Jakarta yang berlangsung di Bundaran HI pada 13–17 Februari 2026. Festival ini menampilkan 3D lantern 12 shio, harmony lantern walk, pagoda LED Cahaya Harmoni, God of Fortune Cai Sen Ye, liong dance, parade barongsai, serta pertunjukan laser.

Tak hanya itu, Lomba Dekorasi Imlek Jakarta juga digelar untuk memperindah wajah kota. Sekitar 98 gedung ikut serta dalam kompetisi ini yang berlangsung hingga 17 Februari 2026, menghadirkan nuansa Imlek di berbagai sudut Jakarta.

Kemeriahan berlanjut melalui Festival Pecinan Jakarta pada 15–17 Februari 2026 di Anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Selain itu, Harmoni Jakarta powered by Jakarta City Branding digelar pada 15–17 Februari 2026 di Blok M Hub.

Semarak Imlek Nasional turut diadakan dengan pertunjukan video mapping di kawasan Monumen Nasional (Monas). Sementara itu, Jakarta Light Festival Chinese New Year Edition digelar pada 16–17 Februari 2026 di kawasan Kota Tua Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta juga menyelenggarakan Festival Kelenteng Jakarta dengan melibatkan kelenteng-kelenteng di Jakarta untuk menyemarakkan perayaan Imlek.

Rangkaian kegiatan tersebut dijadwalkan ditutup dengan perayaan Cap Go Meh pada 3 Maret 2026 di kawasan Pecinan Glodok, yang menjadi salah satu pusat budaya Tionghoa di ibu kota.

Transisi Simbolis Menuju Ramadan 1447 Hijriah

Menariknya, pada Selasa, 17 Februari 2026 malam, Pemprov DKI Jakarta juga menggelar kegiatan Transisi Ramadan 1447 Hijriah di Bundaran HI. Acara ini menghadirkan momentum simbolis peralihan dari perayaan Tahun Baru Imlek menuju hari pertama Bulan Suci Ramadan.

Kegiatan tersebut menjadi representasi harmonisasi keberagaman masyarakat Jakarta. Berbagai pertunjukan seni budaya Nusantara bernuansa Islami ditampilkan, di antaranya Tari Rantoh Jaroe dari Aceh, Tari Randai dari Sumatera Barat, Rampak Bedug dari Banten, serta Tari Zapin Betawi.

Harmoni budaya semakin semarak dengan penampilan kesenian orisinal Tionghoa berupa barongsai dan liong sebagai representasi semangat Tahun Baru Imlek.

Suasana religius pun hadir melalui penampilan nasyid, marawis, dan hadrah yang merepresentasikan semangat menyambut Bulan Suci Ramadan dengan kebersamaan.

Dampak Ekonomi dan Harmoni Keberagaman

Rangkaian kegiatan yang tersebar di berbagai lokasi strategis tidak hanya menciptakan atmosfer meriah, tetapi juga mendorong peningkatan aktivitas ekonomi. Sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM mendapat manfaat dari meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode perayaan.

Angka Rp9 triliun yang disampaikan Wakil Gubernur Rano Karno menjadi bukti konkret bahwa perayaan budaya mampu menjadi penggerak ekonomi daerah. 

Selain itu, penyelenggaraan acara yang melibatkan berbagai komunitas turut memperkuat citra Jakarta sebagai kota yang inklusif dan harmonis.

Dengan masih adanya momentum Nyepi serta Ramadan dan Idul Fitri yang akan datang, pemerintah daerah optimistis roda ekonomi Jakarta akan terus bergerak positif.

Perayaan Imlek 2026 pun tidak hanya dikenang sebagai festival budaya, tetapi juga sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi ibu kota di awal tahun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index