Kue Apem

Cara Mudah Membuat Kue Apem Tanpa Santan yang Lembut, Mengembang, dan Anti Gagal

Cara Mudah Membuat Kue Apem Tanpa Santan yang Lembut, Mengembang, dan Anti Gagal
Cara Mudah Membuat Kue Apem Tanpa Santan yang Lembut, Mengembang, dan Anti Gagal

JAKARTA - Kue apem dikenal sebagai jajanan tradisional yang kerap hadir di berbagai momen penting, termasuk saat Ramadan dan hari besar lainnya.

Teksturnya yang lembut serta rasa manis khas membuat kue ini digemari banyak kalangan. Menariknya, kue apem tetap bisa dibuat tanpa santan dan hasilnya tetap empuk, mengembang, serta tidak kalah lezat dibanding versi klasiknya.

Bagi sebagian orang, menghindari santan menjadi pilihan karena alasan kesehatan atau keterbatasan bahan. Meski begitu, ketiadaan santan bukan penghalang untuk menghasilkan kue apem yang sempurna. Dengan pemilihan bahan yang tepat serta proses pengolahan yang benar, apem tanpa santan justru terasa lebih ringan dan cocok dijadikan camilan sehari-hari maupun takjil berbuka puasa.

Keberhasilan membuat kue apem tanpa santan sangat ditentukan oleh teknik fermentasi dan cara mengukusnya. Jika setiap tahap dilakukan dengan cermat, hasil akhirnya akan tetap memuaskan: apem lembut, berserat, dan tidak bantat.

Apem Tanpa Santan Tetap Lembut dan Mengembang

Banyak yang mengira santan adalah kunci utama kelembutan kue apem. Padahal, peran santan sebenarnya bisa digantikan oleh bahan lain yang lebih sederhana. Air hangat, susu cair, atau tambahan margarin cair mampu menjaga kelembapan adonan sekaligus membantu menciptakan tekstur lembut.

Penggunaan ragi instan yang aktif menjadi faktor paling penting. Ragi bekerja menghasilkan gas selama proses fermentasi, sehingga adonan bisa mengembang sempurna. Memberi waktu fermentasi yang cukup, biasanya di tempat hangat, membantu ragi bekerja maksimal meski tanpa santan.

Selain itu, keseimbangan antara tepung beras dan tepung terigu juga berpengaruh pada hasil akhir. Kombinasi keduanya membuat apem tidak terlalu padat dan tetap empuk saat dikukus.

Takaran Bahan Kue Apem Tanpa Santan

Takaran bahan yang tepat sangat menentukan keberhasilan pembuatan kue apem tanpa santan. Mengukur bahan secara akurat akan membantu adonan mengembang merata dan menghasilkan tekstur yang diinginkan.

Berikut bahan-bahan yang perlu disiapkan:

Tepung beras: 200 gram

Tepung terigu protein sedang: 50 gram

Tepung tapioka: 2 sendok makan

Gula pasir: 150 gram

Air hangat: 500 ml

Ragi instan: 8 gram

Garam: ½ sendok teh

Pewarna makanan: secukupnya (opsional)

Tape singkong halus: 100 gram (opsional)

Tape singkong bersifat opsional, namun bisa membantu memberikan aroma khas sekaligus mendukung proses fermentasi agar apem lebih empuk.

Langkah-langkah Membuat Kue Apem Tanpa Santan

Agar hasil kue apem maksimal, setiap tahap pembuatan perlu dilakukan secara berurutan dan teliti. Pastikan semua bahan berada pada suhu ruang sebelum digunakan.

Larutkan gula pasir dan garam ke dalam air hangat hingga benar-benar larut.

Dalam wadah besar, campurkan tepung beras, tepung terigu, tepung tapioka, dan ragi instan. Aduk hingga rata.

Tuangkan larutan air gula sedikit demi sedikit ke dalam campuran tepung sambil diaduk hingga adonan tercampur sempurna.

Tambahkan pewarna makanan jika digunakan, lalu aduk hingga warna merata.

Tutup wadah adonan dengan kain bersih dan diamkan selama kurang lebih 1 jam di tempat hangat agar terjadi fermentasi.

Setelah adonan mengembang, aduk perlahan untuk mengeluarkan udara berlebih.

Olesi cetakan apem dengan minyak agar tidak lengket.

Tuang adonan ke dalam cetakan hingga hampir penuh.

Kukus selama 15–20 menit dengan api sedang hingga matang.

Angkat dan biarkan agak dingin sebelum dikeluarkan dari cetakan.

Tips Agar Apem Tidak Bantat Meski Tanpa Santan

Agar kue apem tidak bantat, pastikan ragi yang digunakan masih aktif. Ragi yang sudah kedaluwarsa atau tidak aktif akan membuat adonan gagal mengembang. Selain itu, proses fermentasi tidak boleh terburu-buru. Memberi waktu cukup, bahkan hingga 3–4 jam di tempat hangat, dapat menghasilkan apem yang lebih berserat.

Teknik mengukus juga perlu diperhatikan. Kukusan harus sudah benar-benar panas sebelum adonan dimasukkan. Tutup kukusan sebaiknya dilapisi kain bersih agar uap air tidak menetes ke adonan. Selama proses pengukusan, hindari membuka tutup kukusan terlalu sering agar suhu tetap stabil.

Cara Menyimpan Kue Apem Agar Tetap Awet

Setelah matang, kue apem sebaiknya didinginkan terlebih dahulu sebelum disimpan. Menyimpan kue dalam kondisi panas dapat menyebabkan kelembapan berlebih dan mempercepat pembusukan.

Untuk penyimpanan suhu ruang, simpan apem dalam wadah kedap udara agar tidak terkena udara luar. Dengan cara ini, kue apem bisa bertahan hingga 1–2 hari. Jika ingin disimpan lebih lama, apem dapat diletakkan di lemari es. Saat akan disajikan kembali, kukus sebentar agar teksturnya kembali lembut seperti baru matang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index