BBM

Pertamina Tambah Stok BBM dan LPG Bangka Belitung Jelang Ramadan

Pertamina Tambah Stok BBM dan LPG Bangka Belitung Jelang Ramadan
Pertamina Tambah Stok BBM dan LPG Bangka Belitung Jelang Ramadan

JAKARTA - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek yang berdekatan dengan momentum awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, ketersediaan energi menjadi aspek paling krusial bagi mobilitas dan kebutuhan rumah tangga masyarakat di Kepulauan Bangka Belitung. Menanggapi potensi lonjakan konsumsi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bergerak cepat dengan melakukan pengamanan pasokan ekstra. Langkah ini diambil untuk menjamin stabilitas distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) agar aktivitas ekonomi maupun ibadah masyarakat tidak terganggu.

Strategi yang diterapkan mencakup penambahan volume stok secara signifikan serta penguatan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Hal ini merupakan bentuk respons proaktif dalam menghadapi fenomena peningkatan permintaan musiman yang rutin terjadi di wilayah Bangka Belitung saat hari besar keagamaan nasional.

Komitmen Pertamina dalam Menjaga Keandalan Distribusi Energi

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel secara resmi memastikan bahwa pasokan energi berada dalam kondisi aman. Sebagai langkah konkret, perusahaan telah menambah pasokan BBM jenis Gasoline sebanyak 16.000 KL. Pasokan tambahan ini didistribusikan secara bertahap ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di wilayah Kepulauan Bangka Belitung guna menghindari antrean panjang akibat meningkatnya mobilitas warga.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menjelaskan bahwa sinergi lintas instansi menjadi kunci kelancaran program ini. Pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah daerah guna memastikan distribusi tepat sasaran.

“Pertamina berkomitmen menjaga keandalan distribusi energi, khususnya pada momen Hari Besar Keagamaan dan Nasional. Kami memastikan stok BBM dan LPG dalam kondisi aman serta melakukan penambahan pasokan sebagai langkah antisipatif agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Rusminto dalam keterangannya, Senin 16 Februari 2026.

Extra Dropping LPG 3 Kg dan Pengawasan di Tingkat Pangkalan

Selain sektor transportasi, sektor domestik khususnya kebutuhan gas untuk memasak juga menjadi prioritas. Untuk mengantisipasi peningkatan penggunaan LPG oleh rumah tangga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Pertamina menyalurkan tambahan fakultatif atau extra dropping sebanyak 100 ribuan tabung LPG, terutama untuk jenis subsidi 3 kg.

Langkah penambahan ini dibarengi dengan himbauan kepada masyarakat agar melakukan pembelian secara bijak. Rusminto menekankan agar warga tidak perlu khawatir secara berlebihan hingga melakukan penimbunan.

“Masyarakat juga diimbau untuk membeli LPG 3 Kg di pangkalan resmi guna menjamin kualitas dan harga yang sesuai dengan HET,” tambahnya.

Dalam upaya menjaga agar subsidi tepat sasaran, Pertamina Patra Niaga juga kembali mengingatkan kelompok masyarakat yang mampu agar menggunakan produk non-subsidi. “Sebagai bagian dari upaya menjaga ketepatan sasaran subsidi, Pertamina Patra Niaga juga mengimbau masyarakat yang tidak termasuk dalam golongan penerima subsidi untuk menggunakan BBM sesuai dengan peruntukkan dan LPG nonsubsidi, seperti Bright Gas 5,5 kg atau 12 kg,” katanya.

Desakan DPRD Babel Terkait Sinkronisasi Data dan Regulasi ASN

Di sisi legislatif, Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut menaruh perhatian besar pada tata kelola distribusi LPG selama periode Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri. Rentetan momen besar seperti Imlek dan Lebaran diakui memicu tekanan konsumsi yang besar, sehingga diperlukan pembagian yang proporsional.

Sekretaris Komisi II DPRD Babel, Elvi Diana, memberikan penekanan khusus pada keseimbangan distribusi agar sektor rumah tangga tidak kesulitan mendapatkan gas akibat terserap oleh pelaku usaha skala besar. Selain itu, ia kembali menyinggung mengenai kepatuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap regulasi penggunaan gas non-subsidi.

Namun, isu paling mendasar yang ditemukan di lapangan adalah permasalahan akurasi data. Elvi menyoroti bahwa masih banyak agen dan pangkalan yang menggunakan basis data lama dalam penyaluran subsidi. Hal ini menyebabkan bantuan subsidi sering kali tidak akurat, bahkan ditemukan data warga yang sudah meninggal dunia namun masih tercatat sebagai penerima.

"Data itu sangat vital. Jika data di tingkat RT hingga Kecamatan sinkron dengan Capil, maka agen dan pangkalan tahu persis siapa yang berhak mendapatkan LPG 3 kg," tegas Elvi.

Optimalisasi Monitoring dan Imbauan Cegah Panic Buying

Menghadapi tantangan data dan distribusi tersebut, Pertamina terus meningkatkan monitoring dan pengawasan di lapangan, termasuk melakukan optimalisasi layanan di SPBU, agen, serta pangkalan LPG. Seluruh fasilitas distribusi energi disiagakan untuk beroperasi maksimal guna melayani masyarakat.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel secara tegas mengimbau masyarakat untuk tetap membeli BBM dan LPG sesuai kebutuhan serta tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying). Keyakinan bahwa stok dalam kondisi aman dan distribusi berjalan normal harus terus dibangun agar tidak terjadi gejolak harga di tingkat pengecer.

Dengan adanya penambahan pasokan yang signifikan, pengawasan yang diperketat, serta dukungan sinkronisasi data dari pemerintah daerah, diharapkan ketersediaan energi di Kepulauan Bangka Belitung tetap stabil dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat hingga usainya perayaan Idulfitri mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index